Tren Kecantikan yang Pernah Populer Tapi Kini Punah
Tren Kecantikan yang Pernah Populer Tapi Kini Punah
Dunia kecantikan selalu berubah mengikuti zaman. Apa yang dulu dianggap cantik bisa jadi terlihat aneh, berbahaya, atau bahkan tidak masuk akal di masa kini. Berikut adalah beberapa tren kecantikan unik yang pernah populer namun kini ditinggalkan:1. Bedak Putih Beracun (Timah & Arsenik)
1. Eropa Abad ke-16–18: Kulit pucat dianggap simbol bangsawan.
2. Wanita menggunakan bedak berbahan timbal putih atau minum larutan arsenik untuk memutihkan kulit.
Akibatnya: keracunan, kerusakan kulit, bahkan kematian.
3. Kini digantikan dengan foundation dan sunscreen yang aman.
2. Dahi Tinggi (Medieval & Renaissance)
1. Eropa Abad Pertengahan: Dahi lebar dianggap anggun.
2. Wanita mencabut rambut bagian depan atau bahkan mencukur alis seluruhnya demi mendapat dahi tinggi.
3. Kini tren ini dianggap aneh—justru alis tebal dan natural lebih disukai.
3. Kaki Terikat (Lotus Feet) di Tiongkok
1. Tradisi berlangsung selama hampir 1.000 tahun.
2. Kaki perempuan diikat sejak kecil agar tetap kecil dan melengkung (disebut “kaki teratai”), dianggap simbol kecantikan dan status tinggi.
3. Namun, praktik ini menyiksa, menyebabkan cacat permanen.
4. Dilarang pada awal abad ke-20.
4. Wig Raksasa Era Rokoko (1700-an)
1. Wanita dan pria bangsawan Eropa memakai wig putih raksasa dengan hiasan bulu, bunga, hingga miniatur kapal.
2. Wig ini sering dipenuhi kutu, bahkan mudah terbakar.
3. Kini hanya terlihat di kostum teater atau film sejarah.
5. Kulit Hitam dari Radiium (Awal 1900-an)
1. Di awal abad ke-20, radium (zat radioaktif) justru dipromosikan untuk kecantikan.
2. Digunakan dalam krim wajah, sabun, bahkan lipstik karena dianggap bisa membuat kulit “bercahaya”.
3. Efeknya mematikan, menyebabkan kanker dan kerusakan jaringan.
6. Alis Sangat Tipis (1920–1930-an & 1990-an)
1. Pada 1920-an, alis melengkung tipis dianggap glamor ala bintang film bisu.
2. Tahun 1990-an, tren alis tipis kembali dengan gaya “pencil brows”.
3. Kini tren ini punah, tergantikan alis tebal natural atau microblading.
7. Corset Extreme Tight-Lacing (1800-an)
1. Wanita mengikat korset super ketat untuk mendapatkan pinggang sekecil mungkin (bahkan 40 cm).
2. Sering menyebabkan sesak napas, pingsan, hingga gangguan organ dalam.
3. Kini digantikan tren shapewear modern yang lebih aman.
8. Tahi Lalat Palsu (Beauty Patches)
1. Abad ke-17–18 di Eropa: Wanita menempelkan kain beludru kecil berbentuk bintang, bulan, atau hati di wajah sebagai “tahi lalat cantik”.
2. Dulu dianggap elegan, sekarang hanya terlihat sebagai bagian dari kostum pesta atau fashion retro.
9. Kulit Pucat Ekstrem (Victorian Era)
1. Wanita Victorian menjauhi sinar matahari agar tetap pucat.
2. Ada yang menggunakan suntikan seng, timah, bahkan konsumsi kapur.
3. Kini, kulit sehat berkilau atau sedikit tan jauh lebih dihargai.
Kesimpulan
Tren kecantikan sering kali dipengaruhi oleh status sosial, budaya, bahkan takhayul. Namun, banyak yang berakhir berbahaya atau tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Dari bedak beracun, kaki terikat, hingga wig raksasa, tren-tren ini kini tinggal menjadi sejarah yang unik sekaligus pelajaran berharga bahwa kecantikan seharusnya tidak mengorbankan kesehatan.


0 Comments:
Posting Komentar